Friday, November 30, 2007

Les Choristes

I love choir. And I love French culture&language. That's why I really really love this movie : Les Choristes (I think it means 'The Chorus' in English). It's a story about a kind-hearted teacher who changes the lives of his students at a correctional boarding school, through music. This 2004 movie was nominated for the Academy Award for Best Foreign Language Film. And the song "Vois Sur Ton Chemin (Look To Your Path)" was nominated for the Academy Award for Best Song.The song was also performed by Beyoncé Knowles and the chorus at the 2005 Academy Awards.


Here's the trailer and some clips from the movie:


Trailer



"Vois Sur Ton Chemin"



"La Nuit"



I wish I can speak French, and sing those songs as good as them. x)


Regards,
TS

Saturday, November 24, 2007

a Movie To Remember

Salah satu film favorit gw sepanjang masa adalah A Walk To Remember. Film ini diangkat dari novelnya Nicholas Sparks dan dijadiin film tahun 2002. 


Ceritanya tentang seorang cowo bandel tapi pinter bernama Landon yang dihukum sama kepala sekolahnya. Hukumannya berupa melakukan kegiatan sosial selama beberapa waktu. Di kegiatan-kegiatan sosial itu, Landon ketemu sama Jamie, cewe temen satu sekolahnya yang baik hati, bukan anak gaul, tapi tough. Lama-lama mereka jadi saling suka, tapi ada banyak banget masalah yang ngehadang, kayak temen-temen nya Landon yang sama sekali ngga respect sama Jamie, dan ayahnya Jamie yang strict banget.



Emang sih, filmnya cewe banget. Film remaja romantis2 gitu deh. Tapi jaman SMA gw bener2 pengen punya sifat kayak Jamie yang cintaa banget sama Tuhan. And of course, gw hafal mati semua lagu yang jadi soundtracknya. ;)

Tinggal satu lagu ini yang gw ngga punya mp3 nya. Ada yang punya ngga? ;)

Here is my thought
this is my plea
Lord, let Your holy light
shine on me

I wonder will You hear my prayer?
I know I'm not worthy 
but I need Your help
Lord shine Your light
Shine it this way
Shine it so I can see which way to take

My faith is in You
to bring me through..

(Lighthouse - Mandy Moore,  ost a walk to remember)


Regards,
TS

Thursday, November 22, 2007

dilemadilema.

Question of the day: pulang ngga ya pulang ngga ya pulang ngga ya??

Kalo gw pulang:
(-) ngga ikut latian ident hari sabtu
(-) ngga bisa latian2 di mini lab buat ujian hari senin
(-) harus mengutus orang untuk ngurusin mabim brengsek dan bem roadshow sialan, besok.

Tapii..
(+) Kapan lagi bisa pulang? Baru memungkinkan akhir desember.. 1 bulan lagi!!
(+) Bisa nonton Bapak di Jak Jazz!
(+) Bisa pacaran seharian naek busway seperti yang Da rencanakan

Iya iya, gw tau, sekolah nomer satu. It means latian ident harus jadi prioritas utama. Tapi Jak Jazz dan kencan busway itu begitu menggoda iman. Sooo tempting.. ugh.



Regards,
/tS



Perempuan Indonesia, jangan mau dibego-begoin!!

Some people say gw adalah seorang feminist. Gatau juga sih, yang jelas gw selalu berprinsip, apapun yang bisa dilakukan kaum cowo, cewe juga pasti bisa. Dan satu lagi, gw anti-poligami

Tulisan ini gw forward dari sebuah e-mail.

---
> Oleh:
> Faqihuddin Abdul Kodir
> //Dosen STAIN Cirebon dan peneliti Fahmina Institute Cirebon
> //Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah

> UNGKAPAN "poligami itu sunah" sering digunakan
> sebagai pembenaran
> poligami. Namun, berlindung pada pernyataan itu,
> sebenarnya bentuk
> lain dari pengalihan tanggung jawab atas
> tuntutan untuk berlaku adil
> karena pada kenyataannya, sebagaimana ditegaskan
> Al Quran, berlaku
> adil sangat sulit dilakukan (An-Nisa: 129).
>
> DALIL "poligami adalah sunah" biasanya diajukan
> karena sandaran
> kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3)
> lebih mudah
> dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara
> tentang poligami
> sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada
> konteks memotivasi,
> apalagi mengapresiasi poligami.
Ayat ini
> meletakkan poligami pada
> konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan
> janda korban perang.
>
> Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer,
> seperti Syekh
> Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh
> Muhammad
> al-Madan-ketiganya ulama terkemuka Azhar
> Mesir-lebih memilih
> memperketat.
>
> Lebih jauh Abduh menyatakan, poligami adalah
> penyimpangan dari
> relasi perkawinan yang wajar dan hanya
> dibenarkan secara syar'i
> dalam keadaan darurat sosial, seperti perang,
> dengan syarat tidak
> menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir
> al-Manar, 4/287).
>
> Anehnya, ayat tersebut bagi kalangan yang
> propoligami dipelintir
> menjadi "hak penuh" laki-laki untuk berpoligami.
> Dalih mereka,
> perbuatan itu untuk mengikuti sunah Nabi
> Muhammad SAW. Menjadi
> menggelikan ketika praktik poligami bahkan
> dipakai sebagai tolok
> ukur keislaman seseorang: semakin aktif
> berpoligami dianggap semakin
> baik poisisi keagamaannya. Atau, semakin
> bersabar seorang istri
> menerima permaduan, semakin baik kualitas
> imannya. Slogan-slogan
> yang sering dimunculkan misalnya, "poligami
> membawa berkah", atau
> "poligami itu indah", dan yang lebih populer
> adalah "poligami itu
> sunah".
>
> Dalam definisi fikih, sunah berarti tindakan
> yang baik untuk
> dilakukan. Umumnya mengacu kepada perilaku Nabi.
> Namun, amalan
> poligami, yang dinisbatkan kepada Nabi, ini
> jelas sangat distorsif.
> Alasannya, jika memang dianggap sunah, mengapa
> Nabi tidak
> melakukannya sejak pertama kali berumah tangga?
>
> Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama
> bermonogami daripada
> berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi
> di tengah masyarakat
> yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah
> tangga Nabi SAW
> bersama istri tunggalnya, Khadijah binti
> Khuwalid RA, berlangsung
> selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun
> sepeninggal Khadijah, Nabi
> berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar
> delapan tahun dari sisa
> hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya
> tidak beralasan
> pernyataan "poligami itu sunah".
>
> Sunah, seperti yang didefinisikan Imam Syafi'i
> (w. 204 H), adalah
> penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang
> diturunkan. Pada kasus
> poligami Nabi sedang mengejawantahkan Ayat
> An-Nisa 2-3 mengenai
> perlindungan terhadap janda mati dan anak-anak
> yatim. Dengan
> menelusuri kitab Jami' al-Ushul (kompilasi dari
> enam kitab hadis
> ternama) karya Imam Ibn al-Atsir (544-606H),
> kita dapat menemukan
> bukti bahwa poligami Nabi adalah media untuk
> menyelesaikan persoalan
> sosial saat itu, ketika lembaga sosial yang ada
> belum cukup kukuh
> untuk solusi.
>
> Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian
> problem sosial bisa
> dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan
> perkawinan-perkawinan
> Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati,
> kecuali Aisyah binti
> Abu Bakr RA.
>
> Selain itu, sebagai rekaman sejarah
> jurisprudensi Islam, ungkapan
> "poligami itu sunah" juga merupakan reduksi yang
> sangat besar. Nikah
> saja, menurut fikih, memiliki berbagai predikat
> hukum, tergantung
> kondisi calon suami, calon istri, atau kondisi
> masyarakatnya. Nikah
> bisa wajib, sunah, mubah (boleh), atau sekadar
> diizinkan. Bahkan,
> Imam al-Alusi dalam tafsirnya, R�h al-Ma'�ni,
> menyatakan, nikah bisa
> diharamkan ketika calon suami tahu dirinya tidak
> akan bisa memenuhi
> hak-hak istri, apalagi sampai menyakiti dan
> mencelakakannya.
> Demikian halnya dengan poligami. Karena itu,
> Muhammad Abduh dengan
> melihat kondisi Mesir saat itu, lebih memilih
> mengharamkan poligami.
>
> **Nabi dan larangan poligami**
>
> Dalam kitab Ibn al-Atsir, poligami yang
> dilakukan Nabi adalah upaya
> transformasi sosial (lihat pada J�mi' al-Ush�l,
> juz XII, 108-179).
> Mekanisme poligami yang diterapkan Nabi
> merupakan strategi untuk
> meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi
> feodal Arab pada abad
> ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang
> perempuan dan janda
> sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki
> dapat beristri sebanyak
> mereka suka.
>
> Sebaliknya, yang dilakukan Nabi adalah membatasi
> praktik poligami,
> mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan
> menegaskan keharusan
> berlaku adil dalam berpoligami.
>
> Ketika Nabi melihat sebagian sahabat telah
> mengawini delapan sampai
> sepuluh perempuan, mereka diminta menceraikan
> dan menyisakan hanya
> empat. Itulah yang dilakukan Nabi kepada Ghilan
> bin Salamah
> ats-Tsaqafi RA, Wahb al-Asadi, dan Qais bin
> al-Harits. Dan, inilah
> pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap
> kebiasan poligami
> yang awalnya tanpa batas sama sekali.
>
> Pada banyak kesempatan, Nabi justru lebih banyak
> menekankan prinsip
> keadilan berpoligami. Dalam sebuah ungkapan
> dinyatakan: "Barang
> siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia
> tidak bisa berbuat
> adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti
> separuh tubuhnya akan
> lepas dan terputus" (J�mi' al-Ush�l, juz XII,
> 168, nomor hadis:
> 9049). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Nabi
> SAW menekankan
> pentingnya bersikap sabar dan menjaga perasaan
> istri.
>
> Teks-teks hadis poligami sebenarnya mengarah
> kepada kritik,
> pelurusan, dan pengembalian pada prinsip
> keadilan. Dari sudut ini,
> pernyataan "poligami itu sunah" sangat
> bertentangan dengan apa yang
> disampaikan Nabi
. Apalagi dengan melihat
> pernyataan dan sikap Nabi
> yang sangat tegas menolak poligami Ali bin Abi
> Thalib RA. Anehnya,
> teks hadis ini jarang dimunculkan kalangan
> propoligami. Padahal,
> teks ini diriwayatkan para ulama hadis
> terkemuka: Bukhari, Muslim,
> Turmudzi, dan Ibn Majah.
>
> Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri
> beliau, Fathimah binti
> Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib
> RA. Ketika
> mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk
> ke masjid dan naik
> mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani
> Hasyim bin al-Mughirah
> meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri
> mereka dengan Ali bin
> Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan
> mengizinkan, sekali lagi
> tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku
> izinkan, kecuali Ali bin
> Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan
> mengawini putri mereka.
> Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang
> mengganggu
> perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang
> menyakiti hatinya
> adalah menyakiti hatiku juga." (J�mi' al-Ush�l,
> juz XII, 162, nomor
> hadis: 9026).
>
> Sama dengan Nabi yang berbicara tentang
> Fathimah, hampir setiap
> orangtua tidak akan rela jika putrinya dimadu.
> Seperti dikatakan
> Nabi, poligami akan menyakiti hati perempuan,
> dan juga menyakiti
> hati orangtuanya.

>
> Jika pernyataan Nabi ini dijadikan dasar, maka
> bisa dipastikan yang
> sunah justru adalah tidak mempraktikkan poligami
> karena itu yang
> tidak dikehendaki Nabi. Dan, Ali bin Abi Thalib
> RA sendiri tetap
> bermonogami sampai Fathimah RA wafat.
>
> **Poligami tak butuh dukungan teks**
>
> Sebenarnya, praktik poligami bukanlah persoalan
> teks, berkah,
> apalagi sunah, melainkan persoalan budaya. Dalam
> pemahaman budaya,
> praktik poligami dapat dilihat dari tingkatan
> sosial yang berbeda.
>
> Bagi kalangan miskin atau petani dalam tradisi
> agraris, poligami
> dianggap sebagai strategi pertahanan hidup untuk
> penghematan
> pengelolaan sumber daya. Tanpa susah payah,
> lewat poligami akan
> diperoleh tenaga kerja ganda tanpa upah. Kultur
> ini dibawa migrasi
> ke kota meskipun stuktur masyarakat telah
> berubah. Sementara untuk
> kalangan priayi, poligami tak lain dari bentuk
> pembendamatian
> perempuan. Ia disepadankan dengan harta dan
> takhta yang berguna
> untuk mendukung penyempurnaan derajat sosial
> lelaki.
>
> Dari cara pandang budaya memang menjadi jelas
> bahwa poligami
> merupakan proses dehumanisasi perempuan.
> Mengambil pandangan ahli
> pendidikan Freire, dehumanisasi dalam konteks
> poligami terlihat mana
> kala perempuan yang dipoligami mengalami
> self-depreciation. Mereka
> membenarkan, bahkan bersetuju dengan tindakan
> poligami meskipun
> mengalami penderitaan lahir batin luar biasa.
> Tak sedikit di antara
> mereka yang menganggap penderitaan itu adalah
> pengorbanan yang sudah
> sepatutnya dijalani, atau poligami itu terjadi
> karena kesalahannya
> sendiri.
>
> Dalam kerangka demografi, para pelaku poligami
> kerap mengemukakan
> argumen statistik. Bahwa apa yang mereka lakukan
> hanyalah kerja
> bakti untuk menutupi kesenjangan jumlah penduduk
> yang tidak seimbang
> antara lelaki dan perempuan. Tentu saja argumen
> ini malah menjadi
> bahan tertawaan. Sebab, secara statistik,
> meskipun jumlah perempuan
> sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi
> pada usia di atas 65
> tahun atau di bawah 20 tahun. Bahkan, di dalam
> kelompok umur 25-29
> tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah
> lelaki lebih tinggi.
> (Sensus DKI dan Nasional tahun 2000; terima
> kasih kepada lembaga
> penelitian IHS yang telah memasok data ini).
>
> Namun, jika argumen agama akan digunakan, maka
> sebagaimana prinsip
> yang dikandung dari teks-teks keagamaan itu,
> dasar poligami
> seharusnya dilihat sebagai jalan darurat. Dalam
> kaidah fikih,
> kedaruratan memang diperkenankan. Ini sama
> halnya dengan memakan
> bangkai; suatu tindakan yang dibenarkan manakala
> tidak ada yang lain
> yang bisa dimakan kecuali bangkai.
>
> Dalam karakter fikih Islam, sebenarnya pilihan
> monogami atau
> poligami dianggap persoalan parsial. Predikat
> hukumnya akan
> mengikuti kondisi ruang dan waktu. Perilaku Nabi
> sendiri menunjukkan
> betapa persoalan ini bisa berbeda dan berubah
> dari satu kondisi ke
> kondisi lain. Karena itu, pilihan
> monogami-poligami bukanlah sesuatu
> yang prinsip. Yang prinsip adalah keharusan
> untuk selalu merujuk
> pada prinsip-prinsip dasar syariah, yaitu
> keadilan, membawa
> kemaslahatan dan tidak mendatangkan mudarat atau
> kerusakan (mafsadah).
>
> Dan, manakala diterapkan, maka untuk
> mengidentifikasi nilai-nilai
> prinsipal dalam kaitannya dengan praktik
> poligami ini, semestinya
> perempuan diletakkan sebagai subyek penentu
> keadilan. Ini prinsip
> karena merekalah yang secara langsung menerima
> akibat poligami. Dan,
> untuk pengujian nilai-nilai ini haruslah
> dilakukan secara empiris,
> interdisipliner, dan obyektif dengan melihat
> efek poligami dalam
> realitas sosial masyarakat.
>
> Dan, ketika ukuran itu diterapkan, sebagaimaan
> disaksikan Muhammad
> Abduh, ternyata yang terjadi lebih banyak
> menghasilkan keburukan
> daripada kebaikan. Karena itulah Abduh kemudian
> meminta pelarangan
> poligami.
>
> Dalam konteks ini, Abduh menyitir teks hadis
> Nabi SAW: "Tidak
> dibenarkan segala bentuk kerusakan (dharar)
> terhadap diri atau orang
> lain." (Jami'a al-Ush�l, VII, 412, nomor hadis:
> 4926). Ungkapan ini
> tentu lebih prinsip dari pernyataan "poligami
> itu sunah".




Regards,
TS



Saturday, November 10, 2007

Aku dan Anak-anakku

Selama berbulan-bulan ini sejak semester yang lalu, gw punya banyak anak.

Total ada 48 anak, yaitu 23 anak-anak gw di Pubdocjaya PORSENI 2007, dan 25 anak-anak gw di Paduan Suara Mahasiswa FK undip.

Ngga semuanya nurut dan gampang diatur loh.

Anak-anak Pubdoc lebih susah, karna kegiatannya lebih beragam.. Mau ketemuan lengkap aja repotnya minta ampun. Ada yang rewel, ada yang mau maen bola dulu, ada yang ketiduran, ada yang ngga bisa dateng kalo ngga dijemput, macem-macem deh. Tapiii.. Kalo gw minta tolong (walaupun ujung-ujungnya mesti gw telvon sih), hampir selalu dikerjakan dengan baiik. Senangnya.. :D

Anak-anak gw di PSM beda lagi.. Kadang-kadang dalam waktu yang bersamaan, ada yang haus, ada yang ribet sama make up, ada yang blom dapet baju, ada yang suaranya tiba-tiba serek, ada yang ilang, ada yang laper, ada yang bete karna mic nya error (jangan nangis lagi ya Dev.. :) ).. macem-macem deh. Tapiii.. gw selalu salut sama inisiatif mereka. Tadi malem pas di backstage, gw pergi bntar buat ngobrol sama LO kita, eh pas gw balik ke tempat anak-anak... mereka lagi pada latian! Padahal gw ngga nyuruh loh.. Waktu dulu juga ada yang inisiatif beli aqua. Gw jadi terharu (walaupun duit aqua nya minta ke gw. hehe)

Mau kayak gimana juga, gw tetep sayang sama mereka semua. Sayaaang banget. :) 



Note: anak pubdoc blom ada fotonya karna sebulan ini kerjaan kita memfoto orang lain ampe mabok. ;)


Luv,
si Ibu TesSa



Wednesday, November 7, 2007

Just Another Intuition

Sperti biasa.. Sbenernya gw lagi ngga tau mo nulis apa.. =p
 
Beberapa hari yang lalu sempet ada kejadian yang bikin gw shock. Yup, blom cukup gw mikirin Porseni, Psm dan mid test farmako, muncul satu hal lagi yang (mau ga mau) nongkrong di pikiran gw. 

Anehnya ya, dari duluuu banget gw udah tau bakal ada kejadian kayak gini. Kayak, udah punya feeling aja.. Pernah ngga lo ngerasa kayak gitu? Punya feeling, tapi ga punya bukti. Waktu dulu sih akhirnya gw mikir, ah mungkin gw terlalu curigaan. Jadi lama-lama gw cuekin aja.

Tapi terus.. ternyata feeling gw bener! Rasanya pengen bilang  "Berarti intuisi aku dari dulu ngga salah dong...?" *sambil tertawa sombong* =p


Mungkin itu istimewa nya manusia ya? Kita punya kata hati untuk 'ngerasa' dan otak untuk memakai logika.


Jadi.. jangan pernah meremehkan intuisi mu, teman! :)



Regards,
TS


special thanx to Him,
and him, 
yang senantiasa mendengar 
dan menjawab setiap pertanyaan dengan sabar :)

Monday, November 5, 2007

curhat colongan! haha

5 November 2007
It's 00.07 in the morning. Hmm.. what should I write? 

Well, here goes, random things in my head rite now. Enjoy! hehehe.



1. Besok mesti pasang spanduk sama nempel2 poster. HARUS. Udah janji ama Krisna dari taun kuda. (maaf, Bos! hehe)

2. Latian PSM! hore! hore! akhirnya latian lagi.. do sol mi sol sol sol do re do.. smoga besok sariawan gw udah sembuh. hihi.. trus fitting kostum juga.. i am sooo excited!

3. Ya ampuun.. besok praktikum PK!

4. Yang jaga lapangan siapa ya? Ingetin ah..

5. Kasi tau Natnat ah, GoGirl baru udah terbit. Abis itu pinjem ya Nat. Hehehe

6. Besok orang-orang pada nyadar ngga ya, bahwa gw telah mencat rambut gw jadi biru dongker? ;)

7. Bapak beli MacBook baru.. wooow.. can't wait to see it. 

8. Gw ngga marah kok. Gw justru ngerasa kasian. Kasiaan deh lo! hehe ngga laah. Gw malah jadi pengen minta maaf kalo selama ini sering bikin lo nangis. 
             Maaf ya, N**, ngga maksud. 
Yeah gw baru nyadar ternyata dalam drama-cinta-remaja-ala-sinetron-norak ini.. gw lah tokoh antagonisnya. Si orang ke tiga. Baru nyadar aja. ;)

9. Hyaa.. Gw masi ngerasa nyesel nonton Death Note! Tau gitu kan gw baca komik nya dulu.

10. Next time Mama n Mas n Aryo ke sini, gw pengen nginep di hotel baru yang kata Intan murah tapi bagus itu.

11. Janji adalah hutang. LUNASIN SANA. Abisin aja itu tabungan sekalian. Biar defisit. MAKAN TUH JANJI.

12. Sekali lagi, gw ngga marah kok. :)

13. Ngga ngerti ah. Itu urusan kalian. Knapa gw yang mikirin? Ya karna kalian membuat segalanya jadi rumit tau ngga! Kayak gw dong, nyantai. Maen-maen? Ayooo gw suka maen-maen. Siapa takut.. emang lo kira temen maen gw cuman dia doang?

14. Asyiik besok dapet oleh-oleh dari Oche! Yihaa.

15. Kapan jalan ama Aning Melly ya? Ga sempet mulu nih. Oyah sekalian ajak Ria ah. Gw masih ngga abis pikir dia skarang tinggal di Smarang... :p

16. Drama Korea baru yang di Indosiar itu kayaknya bagus d.. Judulnya Romantic Princess kalo ga salah. Kata Lita cowonya ganteng. =p


Satu hal yang harus kamu tau, aku sangat baik-baik saja. 
 


Fiuhh. Akhirnya gw ngantuk juga.

G'night everyone! Smoga kalian semua mimpi indah. ;D


Luv,
TS


Friday, November 2, 2007

the Fabulous Ms.Digby!

Gw punya penyanyi favorit baru : Marie Digby!

Mungkin terdengar asing ya namanya? Yup. Soalnya dia baru akan ngerilis album bulan Februari 2008 nanti. Tapii.. Udah banyak banget cover version yang dia bikin dan dia post di YouTube.



click here to watch her awesome works.


Yang gw ngga abis pikir adalah, dia bisa ngebawain lagu-lagu yang biasanya ga dinyanyiin secara acoustic (kayak What I've Done nya Linkin Park, Gimme More nya Britney, bahkan Umbrella nya Rihanna!) dengan baguuss banget. Padahal dia cuma pake gitar atau piano. 

I'm really really really looking forward for her first album. ;D


Regards,
TS